Rabu, 18 April 2012

SANDAL BERTUAH



Minggu pagi, aku bersama kakak dan ayahku pergi jalan-jalan ke ALKID (alun-alun kidul) Keraton Surakarta. Di sana masih sangat sejuk udarannya. Biasanya, kami memberi makan kerbau yang ada di kandang dengan kangkung. Kerbau itu berbeda, kerbau itu berwarna coklat muda, sehingga biasa disebut kebo bule.
Kakakku membawa kangkung sangat banyak, yang dibeli pada para penjual kangkung yang ada di sekitar kandang kerbau bule. Sedangkan kangkungku tinggal sedikit. Tiba-tiba, ada seekor kerbau yang keluar dari kandangnya. Kerbau itu masih kecil dan terlihat sangat lapar. Kerbau itu pun mengejar kakakku yang membawa kangkung sangat banyak. Kakakku lari sambil menjerit-jerit sampai dilihat banyak orang. Semua orang yang melihat kakakku tertawa terbahak-bahak. Aku dan ayahku pun juga ikut tertawa. Sandal kakakku juga dijilat-jilat oleh kerbau itu.
Tiba-tiba, ada seorang lelaki tua yang sepertinya akrab dengan kerbau itu. Ternyata dia adalah pawangnya, yang bertugas memelihara kerbau-kerbau itu. Lelaki itu pun langsung memasukkan kerbau kecil itu ke kandangnya lagi. Oleh pawangnya, kakakku diambilkan air untuk mencuci kaki dan sandalnya.
Saat perjalanan pulang, kakakku merengek atas kejadian tadi. Kakakku ingin sandalnya dicuci sampai bersih. Hihihi ....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar